Ketika ku memejamkan mata…
Aku menemukanmu…
Menemukanmu dalam lapisan benak tedalam
Menemukanmu bak dewa gagah pelindung nurani
Tersenyum hangat…
Menemukanmu sebagai lentera terang penuntun jiwa
Menerangi hatiku yang kelam
Menerangi benakku yang kalut
Merengkuh diri dalam rasa aman tak bercela
Menyadarkanku akan arti seorang engkau…
Kedamaian sergap gempita menyelimutiku
Auramu terang riang terpancar
Ragaku tenang dalam dekapan istanamu
Tenggelam…
Hangat…
Ayah…
Namamu telah menjadi alur yang terpatri cantik dalam sukma
Hidupku terlahir dari peluhmu yang mengucur akibat lelah
Lelah menguras otak…
Lelah membanting tulang…
Lelah mengarungi samudera waktu…
Aku tumbuh dari kedua asuhan jemari kasarmu
Aku bernafas dari ukiran ruang hidup yang kau cipta
Aku berpijak dari bekal ilmu yang kau tanakam dalam dasar diri
Selamanya…
Kau pedomanku…
Kau penuntunku…
Kau hidupku…
Ayah
Aku menemukanmu…
Menemukanmu dalam lapisan benak tedalam
Menemukanmu bak dewa gagah pelindung nurani
Tersenyum hangat…
Menemukanmu sebagai lentera terang penuntun jiwa
Menerangi hatiku yang kelam
Menerangi benakku yang kalut
Merengkuh diri dalam rasa aman tak bercela
Menyadarkanku akan arti seorang engkau…
Kedamaian sergap gempita menyelimutiku
Auramu terang riang terpancar
Ragaku tenang dalam dekapan istanamu
Tenggelam…
Hangat…
Ayah…
Namamu telah menjadi alur yang terpatri cantik dalam sukma
Hidupku terlahir dari peluhmu yang mengucur akibat lelah
Lelah menguras otak…
Lelah membanting tulang…
Lelah mengarungi samudera waktu…
Aku tumbuh dari kedua asuhan jemari kasarmu
Aku bernafas dari ukiran ruang hidup yang kau cipta
Aku berpijak dari bekal ilmu yang kau tanakam dalam dasar diri
Selamanya…
Kau pedomanku…
Kau penuntunku…
Kau hidupku…
Ayah

0 komentar:
Posting Komentar