Ayah,
Manis yang diberikan semanis madu yang diperoleh setiap pagi,
Sejernih mata air hati terjun Niagara ,
Sebening kaca hati yang tiada duanya ,
Dan juga semurni cinta ini .
Meski ,
Kadang aku di hadapkan pada ganjaran ,
Meski ,
kadang aku cukup tersiksa ,
Meski ,
Kadang ketika kau membalikkan badan , kutersenyum mengejek .
Meski kau berpaling lagi dan memberiku hukuman lagi .
Aku kan kesal mendapatkanya hukuman lagi .
Namun…
Semua itu hanyalah tinggal kenangan sekarang ,
Ku tidak dapat bermanja denganmu lagi ,
Ku tak dapat mengejekmu lagi ,
Bahkan tak bisa mendapatkan hukuman lagi darimu .
Sebab Ayahku yang indah telah pergi ,
meninggalkan aku yang mulai terasuki sepi .
Di rumah yang tidak hangat lagi ,
Tawa yang tidak bisa kembali .
Sedih yang mulai merasuki hati ini .
Sebab engkau telah jauh pergi ….

0 komentar:
Posting Komentar